banner logo pinterduit

Login / Register MENU


Art And Creativity, Business And Finance, Car And Automotive, Computer And Hardware, Dating And Relationship, Forum And Community, Funny And Jokes, Game And Movie, Health And Diet, Investment And Property, Kids And Family, Kitchen And Cooking, Media And Journal, Mystery And Supranatural, News And Politics, Pet And Animal, Plant And Nature, Religion And Spiritual, Sales And Marketing, Science And Education, Software And Programming, Sport And Football, Technology And Internet, Tools And Gardening, Travel And Holiday, Uncategorized,




       
                   
   



Home » Kids And Family » Ngidam | Kumpulan Kisah Nyata Ngidam Hamil Yang Aneh Unik Dan Lucu



logo pinterduit

Ngidam | Kumpulan Kisah Nyata Ngidam Hamil Yang Aneh Unik Dan Lucu

Rating : 0/5 , Author : Menuju Hidup Lebih Baik , Topic : Kids And Family, Date : 2020/05/17 15:52,Views: 5, Like : 1 , Dislike : 0


Menuju Hidup Lebih Baik

Menuju Hidup Lebih Baik

1 Followers
Follow

Hello !! I'm new writer
Alltime views: 104, Total published post: 24
User ID : 66d439e2076c10c072d021248362b397

[more content from this user]


Pinterduit.com - Pembaca yang Budiman, mungkin semuanya hampir tahu apa itu ngidam. Karena setiap wanita yang berada dalam awal kehamilan sebagian besar mengalami ngidam ini. Uniknya lagi, terkadang ngidam itu tidak saja tentang hal-hal yang biasa saja dan mudah dipenuhi oleh suami ataupun pihak keluarga seperti ingin makan bakso atau pergi ke mall dan lain sebagainya, namun terkadang juga permintaannya aneh-aneh atau bahkan di luar nalar sehingga sangat mustahil untuk dikabulkan seperti meminta makan daging babi bagi yang Muslim atau sang isteri meminta ijin suaminya untuk berhubungan intim dengan mantan pacarnya. Berikut ini secuil kisah bagaimana isteri saya ngidam sejak dari anak kami yang tertua sampai yang bungsu. Anak kami yang tua adalah laki-laki, sewaktu isteri sedang mengandungnya, kami berada di kabupaten lain yang terletak di pinggir laut tapi masih dalam provinsi yang sama. Di saat itu saya bekerja di sebuah pabrik pengolahan kayu log menjadi kayu lapis atau plywood, baik mulai yang triplex sampai multiplex. Ada tiga kali permintaan aneh isteri saya karena ulah mengidamnya ini, yang pertama adalah minta dibelikan mie instant ketika sudah pukul 11.00 malam, yang kedua adalah meminta mencuri buah pisang tetangga, dan yang ketiga meminta mencarikan ubi kayu dan memerintahkan langsung di goreng. Ketika membeli mie instant, saya harus berjalan kaki hampir satu kilometer jauhnya dari mess perusahaan tempat saya bekerja, karena kami berada di tepi laut yang jaraknya hampir 8 km dari kota. Ketika itu toko-toko sudah pada tutup, Cuma di salah satu toko kecil, saya melihat cahaya lampu masih hidup di dalamnya dan ada suara orang yang sedang berbicara terdengar keluar. Saya ketok pintunya, cukup lama baru di buka. Setelah saya menjelaskan keperluan saya, mereka mengatakan bahwa mereka tidak menjual mie instant secara eceren. Akhirnya saya membeli satu dus mie instant itu dan membawanya pulang dengan cara di pikul. Sesampai di mess, langsung saya masak satu bungkus dan ternyata isteri hanya mampu memakan separuhnya. Tetapi itu sudah membuatnya sangat senang. Suatu ketika kami sedang duduk-duduk santai di sore hari di belakang mess, isteri saya melihat tandan pisang yang masih muda milik tetangga dibagian belakang rumahnya, dia meminta saya mengambilnya. Saya mau meminta ijin tetangga dulu, tetapi isteri saya tidak mau. Saya harus mencurinya. Akhirnya saya terpaksa membuat galah seadanya dari kayu yang bisa saya dapatkan dan pada ujungnya saya ikatkan mata pisau dapur. Saya berhasil mendapatkan dua buah pisang yang masih mentah karena memang masih muda. Lalu dia hanya memakannya separuh saja dari satu buah pisang itu. Lalu yang ketiga kalinya, dia meminta saya mencarikan ubi kayu yang masih mentah. Karena kebetulan hari itu hari minggu dan sayapun tidak lembur, saya meminjam motor perusahaan dan pergi ke kota untuk mencarinya. Saya mencarinya di seantero kota, tetapi rupanya kebetulan sekali tidak ada orang yang menjual ubi. Dalam keputusasaan mencari ubi itu, akhirnya saya sampai ke pinggiran kota sebelah ujung sekali. Kebetulan saya lihat seorang Bapak tua yang sedang memotong-motong ubi kayu untuk umpan ayamnya. Cepat saya mendekatinya dan menceritakan persoalan saya. Si Bapak itupun paham, karena sudah pernah juga merasakan bagaimana isteri yang sedang ngidam. Akhirnya ubi kayu yang seharusnya untuk makanan ayamnya itu, diberikannya kepada saya dan gratis pula. Saya pulang membawa ubi kayu itu dan sesampai di rumah isteri minta digorengkan. Saya langsung membersihkannya dan menggorengnya, di dapatlah hasil 3 piring ubi goreng. Nah, hebatnya yang kali ini, 3 piring ubi goreng itu dihabiskannya tanpa memberikan sepotongpun kepada saya. Selama hamil anak kami yang pertama ini, kerja isteri saya suka memanjat sana-sini, bertukang membuat meja, mengecat mess, berkebun dan apa saja kebiasaan kerja laki-laki. Sehingga membuat saya yakin bahwa anak yang dikandungnya pastilah berjenis kelamin laki-laki. Memang kami tidak pernah mau di USG, karena konon katanya sinar-X itu berbahaya bagi janin. Entah benar atau tidak, yang pastinya saya tidak cukup banyak uang jika terlalu banyak yang harus dibelanjakan. Untuk anak saya yang kedua, jaraknya dengan yang tua adalah 7 tahun, karena yang tua itu sakit-sakitan sehingga kami belum berani memberikan dia adik. Sewaktu mengandung anak yang kedua ini, isteri punya kebiasaan setiap pergi dan pulang mengantar anak kami yang tua ke sekolah, isteri sering membeli ikat rambut dan memakan gula enau. Jadi ikat rambut itu entah berapa ratus buah yang dibelinya selama dia ngidam. Begitu pun gula enau, setiap hari dia berbekal dan bisa menghabiskan 3-4 buah per harinya. Selain itu juga, isteri sangat suka makan ikat sepat kecil yang hidup liar di kolam Bapak mertua. Sehingga saya sering malam-malam memasang pukat kecil di kolam di belakang rumah dan begitu dapat dia langsung meminta membersihkannya dan menggorengnya. Karena kesukaannya membeli ikat rambut ini dan setiap hari dia sangat rajin berdandan, maka saya yakin bahwa anak kami yang kedua adalah perempuan, dan benarlah adanya. Hobby lainnya lagi adalah isteri sangat suka menonton siaran bola kaki, baik siaran langsung maupun siaran tunda, sehingga saya sering menemaninya menonton siaran sepak bola. Idola dia pada saat itu adalah David Beckam, Tapi begitu dia melahirkan, maka hobbynya menonton siaran sepak bola itupun lenyap. Hanya saja lucunya, anak perempuan kami saat ini adalah penyuka siaran olah raga bola kaki. Di saat mengandung anak kami yang ketiga, isteriku ngidamnya makan sop tulang dan kerupuk. Hampir setiap hari dia minta dibelikan tulang dan dimasakan sop. Agar tidak bosan, biasanya campuran masakannya saya variasikan. Terkadang murni hanya daun sop dan seledri, terkadang saya campur dengan daun katu, terkadang dicampur daun dari keluarga daun kratom, juga sering hanya dengan daun salam dan juga terung asam. Daun-daun ini dikalangan masyarakat di daerah saya dipercaya meningkatkan air susu dan menguatkan tubuh. Kalau siang hari, isteri sering makan kerupuk yang dibuat dari tepung gandum. Juga saat mengandung anak ketiga ini, isteri sangat sering meminta sayur ayam goreng, sehingga mungkin itulah sebabnya hidung anak yang ketiga ini jadi lebih mancung diantara kakak beradiknya. Pada saat mengandung anak keempat, isteri sangat suka makan snack merek Mamee. Pernah suatu kali dia menangis seperti anak kecil, karena toko yang menjualnya kehabisan stok. Selain itu juga dia sangat suka menonton Motogp dan pembalap idolanya adalah Dani Pedrosa. Sehingga kalau di kala Dani Pedrosa terjatuh, maka dia langsung berhenti nonton. Sedikit kelakuannya yang agak aneh adalah sangat jarang mandi dan kalau marah maka dia langsung main tendang saja kepada anak-anaknya yang lain. Inilah yang membuatku yakin jika anakku yang keempat ini adalah laki-laki dan benarlah adanya. Tetapi hobby yang sama selama isteri hamil sejak anak pertama sampai anak keempat adalah makan keripik ubi kayu pedas, bisa menghabiskan beberapa bungkus jika beli di pasar, tapi kalau buat sendiri di rumah maka jika kami sekeluarga sama sama duduk memakannya maka dua kilogram keripik ubi kayu pedas itu akan ludes hanya sekali duduk saja. Mungkin sedikit catatan untuk pembaca di sini, jika suatu saat isteri ngidam meminta mencuri barang milik orang lain, maka sebaiknya di beli saja dan jangan dikasi tahu jika barang itu di beli. Karena masalahnya, di Indonesia ini ancaman hukuman mencuri itu adalah 5 tahun penjara, terlepas barang yang di curi itu hanya sebungkus permen ataupun uang 100 triliun rupiah. Itu melanggar pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman selama lamanya 5 tahun kurungan atau penjara. ***this content was uploaded to pinterduit.com
Like
Dislike


Related Post

  • Membatasi Pemakaian Gadget dan Komputer Pada Anak
  • Cara Mengatasi Kompor Gas Tidak Mau Menyala Setelah Ganti Tabung Baru
  • Mencuci Baju Selalu Bau Apek Dan Asem Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya
  • Ngidam | Kumpulan Kisah Nyata Ngidam Hamil Yang Aneh Unik Dan Lucu



  • Comment



    Ghost Writer
    2020/05/19 04:15,

    mohon izin mengedit judul agar lebih SEO dan meningkatkan jumlah view


    Notice



    New User

    andrey, SiA, Menuju Hidup Lebih Baik, Mus wardam, Kevin Iyan Markus, Suryatiningsih, Tulip99, Angelica Advenia Cittadella, Mainseniyormay, Mainseniyormay, Rafi Al Ghifari, asw, Jakwan Al amin, , Shurijal,