banner logo pinterduit

Login / Register MENU


Art And Creativity, Business And Finance, Car And Automotive, Computer And Hardware, Dating And Relationship, Forum And Community, Funny And Jokes, Game And Movie, Health And Diet, Investment And Property, Kids And Family, Kitchen And Cooking, Media And Journal, Mystery And Supranatural, News And Politics, Pet And Animal, Plant And Nature, Religion And Spiritual, Sales And Marketing, Science And Education, Software And Programming, Sport And Football, Technology And Internet, Tools And Gardening, Travel And Holiday, Uncategorized,




       
                   
   



Home » Science And Education » Sistem Pendidikan Indonesia Yang Menurut Saya "Brengsek"



logo pinterduit

Sistem Pendidikan Indonesia Yang Menurut Saya "Brengsek"

Rating : 0/5 , Author : Ghost Writer , Topic : Science And Education, Date : 2020/02/04 19:38,Views: 5, Like : 0 , Dislike : 0


Ghost Writer

Ghost Writer

5 Followers
Follow

suka diskusi mengenai banyak hal | open minded
Alltime views: 25,786, Total published post: 227
User ID : 37a5ca029862f2afb0f17ed1480d70f4

[more content from this user]


Pinterduit.com - Saya ingin berbagi opini mengenai sistem pendidikan di Indonesia yang menurut saya "brengsek" . Kenapa brengsek , begini contohnya kita ini ingin masuk sekolah yang bisa dibilang favorit untuk menjadi pintar tapi sekolah favorit hanya menerima murid yang sudah pintar dan tidak mau menerima murid grade bawah, pada akhirnua hanya bersekolah di sekolah asal asalan, yang bahkan merokok di kelas saja diperbolehkan karena saking kekurangan muridnya, alhasil tidak jadi pintar tapi malah semakin rusak saja. Yang kedua, di Indonesia masih memakai pola mindset semakin banyak jam belajar semakin pintar murid. Yang menurut saya seperti seorang anak kecil dipaksa menghabiskan 1 galon air dengan harapan hausnya hilang, yang terjadi bukan haus hilang tapi malah nyawa melayang. Saya termasuk tidak setuju dengan sistem PR, tugas diluar sekolah dan sebagainya. Anak anak itu disekolah sudah pusing belajar, kalau di rumah ya waktunya bersantai cooling down. Bukan malah di sekolah sudah belajar di rumah diwajibkan / dipaksa belajar. Kalau modelnya sukarela sih gpp, kalau yang ingin mengerjakan silahkan nanti bagi yang tidak juga tidak apa apa. Jika masih seperti itu ibarat mencampuradukkan antara piknik dan perkerjaan. Ketika piknik malah harus sambil mengerjakan pekerjaan. Dan akhirnya pada saat kerja malah jadi kurang piknik, akhirnya pas kerja malah tidur atau main main. Aturan ketat mengenai seragam dan rambut gondrong, sekolah bukan akademi militer. Jadi bebas mau pakai seragam dan model rambut apa saja asalkan tidak mempengaruhi prestasi. Karena saking sok ketatnya seragam dan rambut yang masih terbilang dalam batas wajar standar tidak sengaja ikut kena operasi penertiban. Tertib ya tertib, rapi ya rapi tapi menurut saya tidak terlalu over yang justru malah menganggu proses belajar. ***this content was uploaded to pinterduit.com
Like
Dislike


Related Post

  • Kebahagiaan Istri Ternyata Pembuka Pintu Rezeki
  • Lirik Lagu Indonesia Raya - Indonesia National Anthem Lyrics - Lagu Wajib Nasional - Lagu Kebangsaan
  • Isi Pancasila, Lambang Dan Makna , Dan Juga Sejarah Pancasila
  • Sejarah TNI (Tentara Nasional Indonesia) - Indonesia National Army Force History
  • Sejarah Panjang Kepolisian Di Indonesia Sejak Jaman Kerajaan Singosari Sampai Zaman Pendudukan Jepang
  • Interstellar , Film Terbaik Bertema Sains, Black Hole , Dilatasi Waktu
  • Sistem Pendidikan Indonesia Yang Menurut Saya "Brengsek"
  • Contoh Surat Izin Sakit Tidak Masuk Sekolah Paling Mudah
  • Urgensi Pendidikan Pancasila di Era Disrupsi
  • Alternatif teknik belajar SKS(Sistem Kebut Semalam)



  • Comment



    no comment yet

    Notice



    New User

    andrey, SiA, Menuju Hidup Lebih Baik, Mus wardam, Kevin Iyan Markus, Suryatiningsih, Tulip99, Angelica Advenia Cittadella, Mainseniyormay, Mainseniyormay, Rafi Al Ghifari, asw, Jakwan Al amin, , Shurijal,