banner logo pinterduit

Login / Register MENU


Art And Creativity, Business And Finance, Car And Automotive, Computer And Hardware, Dating And Relationship, Forum And Community, Funny And Jokes, Game And Movie, Health And Diet, Investment And Property, Kids And Family, Kitchen And Cooking, Media And Journal, Mystery And Supranatural, News And Politics, Pet And Animal, Plant And Nature, Religion And Spiritual, Sales And Marketing, Science And Education, Software And Programming, Sport And Football, Technology And Internet, Tools And Gardening, Travel And Holiday, Uncategorized,




       
                   
   



Home » Mystery And Supranatural » Pengalaman Terbang Malam Bersama Manusia Iblis



logo pinterduit

Pengalaman Terbang Malam Bersama Manusia Iblis

Rating : 0/5 , Author : Menuju Hidup Lebih Baik , Topic : Mystery And Supranatural, Date : 2020/05/21 08:04,Views: 9, Like : 1 , Dislike : 0


Menuju Hidup Lebih Baik

Menuju Hidup Lebih Baik

1 Followers
Follow

Hello !! I'm new writer
Alltime views: 104, Total published post: 24
User ID : 66d439e2076c10c072d021248362b397

[more content from this user]


Pinterduit.com - Dua orang lelaki berangkat mosan untuk mengerjakan damar. Mosan dalam Bahasa Dayak Dohoi Uut Danum adalah pergi ke dalam hutan yang sangat jauh dari pemukiman manusia dalam jangka waktu yang lama untuk mengerjakan sesuatu, bisa satu bulan, bisa beberapa bulan, bahkan bisa bertahun-tahun. Mosan ini adalah kebiasaan jaman dulu sampai di jaman kemerdekaan. Sekarang sudah tidak dilakukan lagi oleh masyarakat Uut Danum. Cara mengumpulkan damar ini adalah, pohon penghasil damar dilukai dengan cara tertentu dan dengan bentuk tertentu pula, lalu nanti damar yang keluar akan mengeras dan pada saatnya akan dikumpulkan. Mereka berdua sudah berada kurang lebih sebulan di dalam hutan dan damar yang mereka dapatkan pun sudah lumayan banyak Kedua orang ini masing-masing berusia sekitar tiga puluhan dan enam belasan tahun. Yang tua selalu dipanggil paman oleh yang muda. Suatu sore, lelaki yang lebih tua terlihat duduk termenung di tepi Sorengap (pondok) mereka dengan hidung kembang kempis seperti sedang mencium sesuatu. “Ada apa, paman?” Tanya yang muda penasaran. “Aku mencium makanan enak. Jawab yang ditanya. “Makanan, bau makanan dari mana?, Paman. Siapa pula yang masak?. Kita berada jauh di dalam hutan.” Kata si anak remaja itu keheranan. “Adalah”. Jawab sang Paman sambal tersenyum. “Saya mau mengambilnya”. Jawab si paman. “Kamu tunggu di sini ya!”. Sambung si Paman lagi. Jauhkah, paman?” Cecar anak muda itu lagi. “Yah, lumayanlah. Sekitar tengah malam, saya pasti sudah kembali.” Terang si paman. “Aah, aku ikut saja, Paman. Siapa mau tinggal sendirian di hutan begini.” Jelas si pemuda sedikit cemas karena mau ditinggalkan. “Baiklah. Tapi ada dua syaratnya, pertama kamu jangan bicara apapun terhadap yang kamu lihat. Kedua, apapun yang kamu alami ini jangan pernah diceritakan kepada siapapun. “Baiklah, Paman.” Jawab si pemuda meyakinkan. “Sip kalau begitu. Kamu naiklah ke bahuku dan pegang erat kedua telingaku. Jangan sampai lepas.” Perintah pamannya. “Siap, Paman!” Si pemuda, sesuai arahan pamannya lalu naik dan duduk diatas bahu pamannya dan memegang kedua daun telinganya dengan erat. Tak lama sang paman menjejakan kakinya ke atas dan byuuurrr keduanya pun lalu terbang dikegelapan malam. Awalnya si pemuda terkejut bukan main, karena tidak pernah disangkanya jika manusia itu bisa terbang dan hebatnya lagi dilakukan oleh orang yang selama ini hanya terlihat biasa-biasa saja. Lebih-lebih lagi karena dia menyadari sebuah kenyataan bahwa pamannya ini adalah seorang yang Ngotu’ atau manusia yang bisa menjelma menjadi iblis. Mula-mula dinginnya angin malam yang menerpa tubuh mereka berdua membuat si pemuda merinding kedinginan, tapi lama-lama jadi biasa juga. Setelah kurang lebih sepenanak nasi lamanya terbang, keduanya sampai di sebuah kampung yang sama sekali tidak dikenal oleh si pemuda. Sang paman membawanya terbang masuk melalui lobang di bawah wuwungan rumah yang memang tidak berdinding. “Nah, kamu tinggal di sini saja.” Tegas sang paman sambil meletakan dia dikayu bagian atas rumah di bawah atap. “Kamu mau makan apa sekarang?” Tanya sang Paman. Sang pemuda menatap ke arah bawah. Dia melihat begitu banyak orang di bawah, ada yang duduk, ada yang sedang berjalan hilir mudik, ada juga yang sedang menangis. Di tengah ruangan terlihatlah sebuah Hinou dan di dalam hinou itu terlihatlah tergeletak mayat seorang lelaki. Rupanya di rumah ini adalah tempat orang meninggal dan belum dikuburkan. Di bagian lain dari rumah yang tanpa kamar pembatas itu ada sebuah bentukan seperti para-para, yang diatasnya terdapat banyak makanan, salah satunya Lemang. Karena si pemuda ini sangat suka makan Lemang, maka dia meminta pamannya mengambil Lemang itu saja. Sang paman melayang turun dan mengambil satu buah lemang dan melayang lagi ke atas dan memberikannya kepada si pemuda. Si pemuda memperhatikan semua ini dengan seksama dan dia mencatat dalam hatinya bahwa kehadiran mereka berdua sepertinya tidak diketahui oleh orang banyak yang ada di situ. Si pemuda pun langsung membuka lemangnya dan memakannya. Sang paman pun kembali melayang turun dan menuju ke arah hinou dan masuk kedalamnya. Tidak ada satupun orang melihatnya, padahal si pemuda melihatnya dengan jelas segala aktifitas pamannya itu. Lalu pamannya masuk ke dalam dubur mayat itu dan lenyap beberapa lama, lalu keluar lagi dan terlihat dia membawa jantung orang itu. Dia memakannya di luar mayat dan sepertinya nikmati sekali, sehingga membuat si pemuda hampir muntah. Untung saja lemangnya sudah habis di makan. Si pemuda menyisipkan bambu pembungkus lemang dibawah atap, karena si pemuda berjanji dalam hatinya bahwa dia suatu saat ingin mencari di kampung mana lokasi mereka sekarang. Setelah selesai memakan jantung mayat itu, pamannya masuk kembali melalui dubur orang itu dan lenyap lagi beberapa saat, kemudian keluar lagi dengan membawa hati manusia. Lalu si paman memakannya lagi di luar, kali ini sepertinya pamannya sangat puas dan kenyang. Setelah itu semuanya selesai, sang paman melayang lagi keatas ke tempat si pemuda. “Kita pulang.” Kata pamanya. Keduanyapun lalu terbang kembali ke tempat Sorengap mereka di dalam hutan. Si pemudapun tidak tahu bagaimana pamannya bisa mengetahui arah mereka, padahal di matanya hanyalah kegelapan di mana-mana. Setelah mereka pulang dari mosan damar tadi, si pemuda ini mulailah berkelana ke seluruh kampung yang ada di pulau Kalimantan. Dia sengaja mau mencari di kampung mana mereka berdua saat itu. Si pemuda mencari kemana mana tetapi tidak pernah ketemu, sehingga di saat dia sudah menjadi kakek-kakek barulah dia mendapatkan rumah itu. Ternyata di suatu tempat yang sekarang menjadi bagian dari provinsi Kalimantan Tengah, padahal keduanya waktu itu berada di daerah yang sekarang termasuk daerah administratif Kalimantan Barat. Di dalam budaya suku Dayak Dohoi Uut Danum, kisah diatas adalah kisah tentang ullun ngotu’, yaitu manusia yang bisa memakan manusia lain tanpa diketahui oleh orang lain. Selain itu juga dia punya kemampuan terbang, mengubah dirinya menjadi hewan sepeti ular, harimau, burung gagak, atau apa saja bahkan menjadi tunggul pun bisa. Konon katanya, hal ini merupakan ilmu hitam yang sengaja diturunkan kepada siapapun sekehendak si pemilik ilmu. Caranya, adalah memakan makanan yang diberikan kepada sasaran. Makanan itu adalah yang diperoleh dengan cara Nomalliu, misalnya dari jantung pisang diubah menjadi kancil. Ciri-ciri makanan yang didapat dari nomalliu adalah berbusa sangat banyak ketika di masak. Warga masyarakat Dohoi sangat menghindari keturunan orang seperti ini, sehingga sewaktu kegiatan nyopohtin, maka hal inilah yang terutama diselidiki. Agar jangan sampai mereka menikah dengan keturunan orang ngotu’ tadi. Menurut penuturan orang-orang tua, penyakit keturunan ini sebenarnya hanya tinggal sedikit, karena sebagian besar sudah bisa diobati. Tetapi ada beberapa yang masih belum sembuh. Ciri-cirinya adalah, garis lipatan di lehernya tidak putus-putus, tetapi menyambung langsung mengelilingi leher orang yang ngotu’ tadi. Hal ini dikarenakan seringnya dia melepaskan kepalanya jika sedang nomalliu. Sementara orang yang sudah sembuh atau keturunan yang sudah sembuh, maka garis atau lipatan di lehernya itu putus-putus, karena tidak bisa lagi dilepaskan. Penjelasan Kata-Kata: Mosan : Kegiatan pergi ke dalam hutan yang sangat jauh dari peradapan manusia dan berdomisili di sana sampai mencapai tahunan lamanya. Tujuannya adalah untuk mengerjakan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan dalam waktu yang singkat. Sorengap: Pondok kecil atau darurat yang biasa di buat di dalam hutan atau pondok ladang. Kalau lebih permanen dari Sorengap, di sebut Llohpou. Ngotu’ : Orang yang bisa memakan orang lain secara gaib. Dia juga punya kemampuan mengubah dirinya menjadi mahluk lain atau tanaman. Dia bisa terbang ataupun masuk ke dalam tubuh orang lain tanpa terlihat. Dia juga bisa memakan organ tubuh manusia yang masih hidup. Dia juga bisa mengubah dirinya jadi sangat besar seperti raksasa. Hinou : Adalah kain yang dibuat seperti kelambu untuk menutupi orang mati, tingginya kurang lebih 130 cm sampai 200 cm. biasanya warna kainnya adalah putih. Biasanya cara membuatnya adalah pertama digantung tali membentuk segi empat diatas mayat, kemudian kain-kain itu diletakan diatasnya. Ullun ngotu’ : Orang yang ngotu’. Nomalliu : Menjelma, atau berubah atau tiwikrama. ***this content was uploaded to pinterduit.com
Like
Dislike


Related Post

  • Tradisi Perang Meriam Karbit di Kota Pontianak
  • Tarian Barongsai, Tradisi Yang Berusia 2.400 tahun
  • Fakta Ilmiah Mengapa Jenang Baning Dapat Menghilangkan Sawan Nganten (Badan Lemas)
  • Siluman Musang | Cerita Rakyat Mistis Suku Dayak Kalimantan
  • Peti Mati Berselancar Diatas Air Sungai | Kisah Mistis Suku Dayak Kalimantan
  • Kuntilanak Melobangi Perahu.
  • 17++ Fakta Didalam Kisah KKN Di Desa Penari Yang Horror
  • Setelah Nyi Roro Kidul, Kini Ada Akik Nyi Blorong
  • Geger, Ditemukan Batu Giok Zaman Purba [Pecinta Batu Akik]
  • Kisah Nyata Pengalaman 3x Melihat Hantu (Pocong, Nenek-Nenek,Genderuwo)



  • Comment



    no comment yet

    Notice



    New User

    andrey, SiA, Menuju Hidup Lebih Baik, Mus wardam, Kevin Iyan Markus, Suryatiningsih, Tulip99, Angelica Advenia Cittadella, Mainseniyormay, Mainseniyormay, Rafi Al Ghifari, asw, Jakwan Al amin, , Shurijal,